Sabtu, 25 Agustus 2012

Kamal Guci


Oleh  Anton Rais Makoginta

Saat ratusan seniman di Jogja terlibat dalam presentasi karya di Jogja Nasional Museum (JNM) dalam perhelatan pameran Negari Ngayogyakarta 13-27 Apiril 2012. Mendadak hadir seorang seniman menyodorkan  sebuah cerita  negari Minangkabau di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) 22-29 April 2012, seorang seniman yang berkarya di Sumatra Barat beliau adalah Kamal Guci. Berbeda dengan pameran di JNM yang bercerita tentang kepahlawanan HB IX dan kontribusi Yogyakarta bagi bangsa Indonesia[1], Kamal malahan membawa cerita-cerita (kaba) tragedi kebudayaan Minangkabau saat ini melalui lukisan yang dipamerkannya dalam pameran “Kaba dari Ranah” tersebut, walaupun menurut saya sendiri masih ada cerita lain yang dibawa oleh beliau.

Hafal Kaji Harus Diulang

http://indonesiaartnews.or.id/newsdetil.php?id=321

Oleh : Anton Rais Makoginta

Salah satu hal yang menarik di Jogjakarta saat ini, adalah selain meningkatnya kesibukan arus lalu-lintas setiap harinya, juga padatnya kegiatan kesenian, kita  bisa saja melihat keadaan tersebut pada titik 0 km. Beberapa hari nan lalu Aksi Budaya untuk Indonesia Bhinneka dilaksanakan di sana oleh beberapa orang seniman (jelasnya, orang yang mengerti kebudayaan), bulan Juni

Senin, 30 April 2012

Hubungan Kamal Guci dengan Bangunan Bergonjong

Oleh : Anton Rais Makoginta

Saat ratusan seniman di Jogja terlibat dalam presentasi karya di Jogja Nasional Museum (JNM) dalam perhelatan pameran Negari Ngayogyakarta 13-27 Apiril 2012. Mendadak hadir seorang seniman menyodorkan  sebuah cerita  negari Minangkabau di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) 22-29 April 2012, seorang seniman yang berkarya di Sumatra Barat beliau adalah Kamal Guci.

Rabu, 18 Januari 2012

Experience and Passion BER 2 S2


Pertemuan singkat antara saya, Fuad Danar Sucipto (Dani), dan Titus Garu (Got). Bukanlah kondisi yang saya ingini dalam menguratori sebuah pameran senirupa, sebab dalam make exibhition keinginan saya sebagai kurator turut bersama-sama dengan seniman mengolah karya yang akan ditampilkan [artistik-estetik], karena saya bukanlah seorang kurator super hebat, super pintar,

Sabtu, 17 Desember 2011

SIAPA HENDAK IKUT !!!



Pernahkah kita memperhatikan dalam suatu rumpun bambu. Tumbuh yang namanya rebung, enak buat makanan oleh masyarakat. Muncul juga bambu setelah rebung menjadi dewasa yang enak buat dinding rumah.

Kita dapat melihat perubahan nilai antara rebung dan bambu.
Bagitu juga titik-titik perubahan estetika ranah seni rupa menghancurkan nilai lama dan memunculkan nilai baru (subversif)

Senin, 05 Desember 2011

PERGUMULAN “ULAR BERBISA”


oleh : Anton Rais Makoginta

Kouta! Kuota! Kouta! Begitulah judul email yang mampir di kotak masuk, ada sebuah ketertarikan aku untuk membuka - untuk menghadiri perhelatan tersebut berhubung tercantum nama-nama: Baihaqi Hasan, Eddi Prabandono, Faisal Habibi, Kanwa Adikusumah, Narpati Awangga, S Teddy Darmawan, Titarubi, Wiyoga Muhardanto.

Setelah melewati mbak-mbak yang telah berbaik hati untuk meminjamkan sebuah pena guna mengisi buku tamu yang berkop

Minggu, 04 Desember 2011

Gemuk yang Tidak Membuang Lemak


oleh : Anton Rais Makoginta

;dfkjhsgbfashdfkjABdfbhisasdfghkugsjkrtfi ;rhio;hkjbfafadfgFBNFAUIHJXFHNAhfnkasjfn
;/afkjdfkajsd
;aknkjhdihihajshdammghrf8quefanxciayerqfasfkdljtw984,mdfnksz

Saya telah mencoba untuk memahami susunan huruf yang hanya beberapa baris di atas, namun tidak mampu mengetahui perseluk-belukan serta peralaman [logika] nya, dan yakin anda juga akan meresakan apa yang saya alami ketika mencoba untuk menikmati aksara tersebut.

Total Tayangan Halaman